Menjelang puasa pertama di tahun 2022, ada rasa yang berbeda



Ini aku cerita antara senang dan sedih, ya campur aduk karena tepat tanggal 1 April 2022 ini aku datang bulan dan puasa ramadhan tahun ini jatuh tanggal 3 April 2022.

Jadi gimana dong bund hehe yaudah jalanin aja, apalagi anak ku usia hampir 3 tahun yang makannya suka rasa gurih, mau gak mau pun aku juga agak incip rasanya udah apa belum nih sebelum nyuapin anak.

Kalau kamu gimana nih, ada yang sudah datang bulan atau belum menuju pembukaan bulan ramadhan tahun ini?

Dan ada yang berbeda juga dari tahun sebelumnya, karena tahun ini puasaan tanpa ada sosok almarhumah emak (kalian sebutnya ibu) ku, biasanya beliau sih yang siapin semuanya karena untuk urusan rumah pun aku jarang sekali boleh bantuin.

Ah, bener-bener terasa tapi disini aku harus kuat terhadap apapun skenarionya Dia.

Kalau dikatakan tahun pertama berat tanpa ada emak, gak juga, karna mungkin Dia sudah melatih aku jauh-jauh sebelumnya untuk ditinggalkan sosok emak (skenario Dia tidak ada yang tau dan tugas kita hanya terus berprasangka baik).

Beratnya mungkin aku jadi mau gak mau ngobrol sama tetangga, karna aku jarang banget bertetangga ngobrol lama (inikah yang dinamakan introvert) karena kalau sering bertetangga pun ada beberapa efek negatif yang bisa mempengaruhi ku, makanya aku lebih baik stay at home bersama anak dan mengurus rumah, atau membuat video youtube ku tentang review skincare, eh aku juga baru-baru ini jualan daster yang bumil/busui friendly untuk menambah kesibukan ku, semoga bisa bermanfaat juga ya.

Sekarang, dirumah cuma ada aku, anak ku, suami ku, dan adek ku yang masih sibuk kuliah semester 6 (doain ya semoga tahun depan adek ku lulus kuliah, aamiin).

Kemana ayah ku?

Mungkin kamu sudah sering dengar cerita-cerita diluar sana kalau seorang laki-laki bisa langsung cepat nikah ketika istrinya sudah tiada, dan ya itu terjadi di ayah ku tapi ini kasusnya ialah perempuan lain hadirnya salah waktu yaitu di tahun 2011, jadi bisa dikatakan pelakor kalau istilah sekarang.

Dan aku juga mohon doanya ya semoga ayah ku bisa kembali ke anak kandungnya, aku yakin beliau akan balik ke darah dagingnya sendiri karna ayah ku sosok yang sayang kepada anaknya.

Ayah ku masih sering kerumah juga walaupun cuman 1-3 jam maksimal, entah itu nganter makanan atau ajak main anak ku, tapi tetep disyukuri aja hal sekecil itu, ya walaupun ada beberapa moment aku menangis kenapa seperti ini.

Ramadhan-ramadhan sebelumnya ayah ku masih tidur dirumah, entah kalai ramadhan tahun ini dan aku cuma bisa menerima skenario Dia, mau berucap "apa ayah udah nikah sah sama sana" ya gak mungkin dan gak mau, karena nantinya akan menimbulkan perdebatan yang aku gak tau juga bakalan seperti apa hasilnya.

Oke lupakan kisah itu karena aku ingin kembali ke energi positif di diri aku.

Besok udah hari Sabtu dan saatnya mempersiapkan sahur hari Minggu mau makan apa untuk suami dan adek ku, terus bocil juga makan apa karena menu makanan tuh kadang ngikutin selera bocil, tau kan ya kalau bocil tuh makannya kadang ada yang sesuai selera rumah kadang menunya agak berbeda dikit alias minimal 2 menu sehari.

Intinya, ramadhan ini tetap bersyukur apa yang ada.

Masih alhamdulillah bisa makan, keuangan tercukupi bahkan kalau bisa berkelimpahan, perbanyak cari muka ke Dia aja dengan cara banyak sedekah, istiqomah ibadahnya ditambah, shalawat nabinya kencengin juga, baca Al-Quran, tapi itu semua dilakukan juga selepas ramadhan ya.

Kalau kalian gimana nih persiapan menjelang ramadhan tahun 2022 ini?

Boleh cerita di kolom komentar ku ya, terima kasih.

Komentar