Body lotion cocok buat yang dirumah dengan UV Filter

 

Hai semua pembaca web Alvi, hari ini saya mau bercerita tentang pengalaman saya yang akhir-akhir ini membuat insecure.

Awal mulanya, saya cuek dengan kulit tubuh saya, terutama dibagian kaki dan itu sudah lama terjadi di jaman kuliah saya.

Teman saya pun pernah berkata "kamu pakai kaos kaki dong supaya kulit kaki mu nggak belang dan kering", tapi tetap saja saya nggak konsisten pakai kaos kaki.

Sekarang pun ketika saya sudah berumahtangga dan waktu saya lebih banyak di rumah, ternyata kulit kaki saya kering dan belang.

Padahal, saya keluar rumah juga sebentar-sebentar saja.

Alhasil, mau nggak mau, saya harus pakai body lotion minimal perlindungan dari paparan sinar matahari.

Udah lama banget suami saya pakai body lotion yang saya hanya melirik saja tapi kembali ke cerita awal kalau saya nggak konsistenan kalau merawat anggota tubuh.

Karna ini kepepet, saya pun berusaha konsisten pakai body lotion yang ada kandungan UV Filternya.

Yups, saya akhirnya cobain body lotion suami merek Essentials Fairness karna dia mencerahkan kulit badan dan ada kandungan buah pomelo alias jeruk bali.

Sumber : weboriflame

Dulu pun saya pernah pakai sih, tapi itu benar-benar sekali dua kali dan sekarang harus tiap hari demi kulit saya gak kering atau belang.

Tekstur dari body lotion Essentials Fairness ini agak cair dan menurut saya nggak lengket, jadi dia mudah meresap di kulit kita.

Sumber : dokpribadi

Ini saya praktekan ditangan yaa, karna kulit kaki saya jelek jadi malu deh.

Sumber : dokpribadi

Beginilah hasilnya setelah saya ratakan ditelapak tangan saya, terlihat natural lembab dan kalau untuk mencerahkan sih menurut saya masih belum yaa jadi harus benar-benar pakai tiap hari baru deh terlihat cerah.

Ternyata walaupun dirumah aja, tetap harus pakai body lotion dengan catatan yang berSPF atau seperti yang saya punya yaitu ada UV Filternya dan itu sudah oke banget melindungi kulit badan kita dari panasnya matahari.

Saya pun coba cek keluar rumah agak lama dan memang rasanya enak banget dikulit, nggak kepanasan juga, dan nyaman kalau dibuat aktifitas apapun, terutama kalau terkena air pun santai aja nggak licin dikulit kita.

Kalau kulit kamu cukup gelap, kamu bisa pakai body lotion Essentials Fairness ini agak banyak supaya melindungi kulit kamu, karna sepengalaman suami saya ialah dia masih terasa panas kalau berada di outdoor berlama-lama, tapi kalau untuk kaum emak-emak yang 85% di rumah aja udah oke banget kok body lotion ini.

Kemasannya pun besar 200ml, harganya pun beli aja ketika sedang promoan supaya lebih hemat juga keuangan kita, dan kemasannga pun sangat simple.

Cobain sheetmask Miniso LAGI harga 29.900 dapat 3pcs


Beberapa bulan ini, saya selalu repeat order sheetmask yang ada di Miniso karna saya sudah merasa cocok di kulit wajah dan dompet juga pastinya, ekonomis banget buat emak-emak.

Apalagi punya waktu skincare yang cepet-cepet karna udah ada balita yang ngerecokin yaa kan, jadinya pakai skincare merupakan self reward simple untuk saat ini, menurut saya loh ini.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/07/cobain-sheetmask-miniso-29900-dapat.html

Saya biasanya beli sheetmask di Miniso yang varian bunga-bunga, tapi admin Miniso yang sering saya kontak bilang kalau ada sheetmask varian terbaru aroma buah-buahan dan harganya sama seperti yang biasanya saya beli.

Padahal saya sudah cocok sama yang biasanya saya pakai, beruntusan dan jerawat lumayan kimpes keesokan harinya (saya pakai sheetmask di malam hari bersamaan dengan skincare malam) tapi yaudah apa salahnya dicoba dan berdoa semoga cocok.

Saya coba semua varian terbaru dan warna kemasannya lucu-lucu gemas, saya pun nggak sabar buat mencobanya.

Pakai sheetmask ini cukup seminggu 1-2 kali saja dan hanya 15-20 menit penggunaanya, kalau dipakai pagi atau malam itu bebas terserah kamu tapi kalau saya lebih suka pakai sheetmask malam hari, karna kulit kita di malam hari waktunya istirahat sehingga akan lebih optimals kinerjanya.

Ketika saya buka kemasannya pertama kali, ada aroma buah sesuai dengan sheetmasknya, misal saya buka yang varian anggur dan memang aroma anggurnya terasa tapi soft dan nggak lama aromanya udah hilang.

Potongan sheetmask varian buah ini lebih lumayan karna dia lebih lebar sampai ke dagu bawah, tapi kalau ukuran wajah yang agak lebar perlu pelan-pelan pakainya karna diwajah saya yang kecil ini sudah agak cukupan potongan sheetmasknya.

Air sheetmasknya pun saya rasa cukupan saja ada di sheetmasknya, nggak apa-apa juga sih jadi kesannya hanya cukup menghidrasi kulit wajah.

15 menit kemudian.

Setelah saya lepas topeng sheetmasknya, rasanya segar dan cerah banget dikulit wajah dan ternyata nggak seberapa lengket di kulit kok air sheetmasknya.

Keesokan harinya pun, ternyata hasilnya sama seperti saya pakai sheemask Miniso yaitu beruntusan saya agak kimpes.

Tipe kulit saya mudah beruntusan karna saya nggak bisa sering-sering makan ayam, kerupuk, indomie, karna nantinya akan muncul yang namanya beruntusan dan kendala makanan ini pun bisa juga dialami beberapa kulit kamu dan coba temukan juga makanan apa yang membuat kulit kamu bermasalah walaupun itu kecil.

Dan kerennya lagi, sheetmask ini ludes terjual di bulan Oktober awal bulan karna ada promo untuk member Miniso, kamu bisa beli melalui aplikasi Miniso yang ada di playstore.


Saya repeat order lagi dong, karna saya memang butuh sekali menghidrasi kulit wajah saya pakai sheetmask, kalau kulit sudah terhidrasi maka skin barrier kita lebih mudah untuk menerima makeup agar menyatu dengan kulit, kulit pun tampak soft ketika pakai makeup.

Sheetmask yang saya beli hanya varian ini yang tersisa, sedih banget tapi lebih baik beli dibanding kehabisan karna menurut saya varian apapun sama saja (mungkin saya kurang peka bisa juga).

Buat kamu yang merasa kulit wajahnya bermasalah, coba deh rajin pakai sheetmask karna semua jenis kulit butuh banget sheetmask.

Selain itu, hal yang saya rasain ialah bisa me time karna rutinitas sebagai ibu rumah tangga menguras tenaga dan pikiran jadinya kita wajib memiliki self reward dan me time.

3 bulan setelah sakit dari Covid-19

 

Beberapa minggu vakum banget sama yang namanya menulis di blog karna saya mementingkan kesehatan saya terlebih dulu.

Di bulan Juli, saya sekeluarga mendapatkan musibah yaitu terkena Covid-19, pikiran saya sih bukan karna virus ini tapi karna memang lagi banyak-banyaknya virus dan memang punya penyakit bawaan yang nggak serius.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/07/suka-duka-di-bulan-juni-2021.html

Dan dibulan Oktober awal inilah saya menghitung sudah genap 3 bulan dari saya sakit yang sangat membuat saya masih trauma sampai saat ini.

Sebelumnya, ada emak saya yang memang sudah ada sakit batuk-batuk kecil dan nggak diperiksakan tapi ternyata banyak sekali flek di paru-parunya.

Penyebabnya pun saya sempat menduga-duga, apakah karna emak saya pernah pakai obat nyamuk bakar dan ditaruh dikamar dengan posisi pintu kamar ditutup yang bisa membuat tambah parahnya flek di paru-paru, entahlah.

Tapi saya sudah ikhlaskan kepergian emak, kemarin-kemarin saya masih merasa kayak emak saya yaa pergi ke Surabaya.

Sekarang saya harus fokus sama diri sendiri yang harus benar-benar jaga kondisi, terutama pikiran dan pola tidur.

Iya, saya masih harus menjaga pola tidur saya agar tidak terlalu capek, jadi saya harus cukup tidur malam minimal 7 jam.

Itulah sebabnya saya masih mengatur waktu untuk menulis diblog, padahal yaa bahan untuk menulis udah ada karna blog saya ini sifatnya sharing tentang pengalaman saya, baik itu kecantikan atau kehidupan.

Normalnya tidur malam untuk usia dewasa memang 7-8 jam dan memang ini pengaruh juga untuk mood kita.

Bulan lalu, jam tidur saya kurang dari 7 jam alhasil mood saya jelek banget besok paginya dan memang ditubuh rasanya nggak fresh.

Sempat ada vaksin minggu lalu tapi saya nggak ikut, alasannya memang saya masih trauma dengan sakit di bulan Juli kemarin dan katanya kalau vaksin harus kondisi tubuh sehat.

Saya ibu rumah tangga yang kadang capek kadang fit, jadi saya maju mundur mau ikut vaksin.

Dan ternyata dugaan itu benar, ketika ada kesempatan vaksin eh kondisi saya kecapekan dan gagal untuk vaksin dosis pertama.

Kecewa kah saya ?

Tentu enggak, karna saya yakin ini sudah jalan Nya dan saya mencoba ikuti aja, toh saya pun juga masih takut untuk di vaksin.

Semoga ada vaksin dosis pertama lagi dekat rumah saya, aamiin.

Setelah kepergian emak, saya benar-benar belajar untuk mandiri tapi masih belum sepenuhnya mandiri, misalnya dalam hal masak saya masih butuh pihak ketiga karna pernah nih sebulan setelah saya sembuh dan masak sendiri, eh ternyata saya drop lagi.

Saya lebih memilih menjaga kesehatan saya dan menyuruh pihak ketiga dibanding saya harus sakit, sehat benar-benar sangat mahal.

Urusan mencuci baju, saya manual alias tanpa mesin cuci, mungkin orang-orang yang punya anak bakalan kualahan kalau mencuci manual tapi ini bagi tugas dengan suami juga pastinya, suami cuci baju yang besar-besar sedangkan saya cuci baju anak dan dalaman.

Saya sempat keteteran mengatur rumah, tapi sekarang saya ingin santai dan mencoba mengatur mana yang harus dikerjakan segera dan mana yang masih bisa dipending besok maksimal.

Saya pun merasa proses dari sembuh wabah ini nggak mudah, terutama mental saya, saya lebih mudah parno kalau sedang sakit dan saya sempat banyak pikiran setelah kepergian emak saya.

Sampai-sampai saya konsul ke teman saya seorang dokter karna maaf feses saya ini up and down teksturnya, tapi saya masih mau makan seperti orang normal.

Panjang lebar dia tanya saya, dan yaa itu tadi karna faktor "kepikiran" yang membuat pencernaan saya terganggu, bisa sembelit bisa diare.

Alhasil resepnya cuman satu, menurunkan pikiran, yaa maksudnya nggak banyak pikiran gitu.

Dan iya saya lakukan, kemudian saya cek feses secara mandiri (maaf yaa jorok tapi kenyataannya seperti itu, kita tahu sakit atau nggak nya hanya melalui feses) dan alhamdulillah sudah normal.

Saya juga bertanya ke saudara atau rekan yang sempat terkena wabah ini dan memang proses pemulihannya nggak bisa langsung.

Yaudah mau nggak mau saya harus menerima kondisi saya, saya pun menjaga mental saya agak tidak overthinking negatif.