Tips alokasi budget bulanan tertata rapi

Kali ini saya pengen sharing tentang tips mengatur keuangan ala saya, dan ini bisa dipraktekkan bagi yang masih single atau sudah berumahtangga.

Namun kali ini, saya pun mempraktekan bukan karna saya bisa sendiri, ini berdasarkan saya lihat di instagram konsultan keuangan Zap Finance dan saya tertarik sekali untuk menggali informasi tentang mengatur keuangan.


Saya punya pengalaman agak susah mengatur keuangan, karna mengaturnya disimpan diotak jadi otomatis gampang lupa uangnya keluar buat apa aja nih seharian.

Di hari ke-7 pun baru sadar "loh kok tinggal segini yaa uangnya, saya buat apa aja yaa kemarin itu, duh", misalnya seperti itu yaa, dan itu pun jadi pola kebiasaan sampai saya menikah.

Tapi menabung tiap bulan tetep yaa ini nggak lupa dan selalu punya target menabung terlebih dahulu, baru mengatur keuangan kebutuhan bulanan.

Saya menemukan tentang Zap Finance bermula dari Youtube dan video yang saya temukan diawal sangat menarik untuk saya tonton sampai selesai.

Dan ada juga dari channel Youtube strawberryonthecake, dimana saya belajar juga tahapan menulis budgeting untuk pemula itu apa saja dan banyak juga tips-tips cara menabung atau mengatur keuangan.

Mudah juga dipraktekkan untuk pemula.

Kemudian saya gali materi-materi yang ada, terutama tentang mengatur uang.

Dan yaa saya menemukan dengan apa yang saya butuhkan tentang mengatur keuangan rumah tangga sesuai budget alias gaji yang diterima di Zap Finance terutama yaa karna lebih teratur juga.

Disini Zap Finance menjelaskannya 2 metode yaa karna yang lebih mudah untuk kita praktekkan, yaitu metode komitmen dan metode simple.
sumber : twitterzapfinance

sumber : twitterzapfinance

Kamu bisa pilih mau pakai metode yang mana sesuai gaji bulanan kamu, nah kalau saya pakai yang Metode Komitmen dimana 25% untuk menabung dan dana darurat sedangkan 75% nya untuk pengeluaran bulanan.

Lebih mudahnya, gaji Rp 3-5 juta pakai Metode Komitmen sedangkan gaji Rp 5-10 juta pakai Metode Simple.

Ini gaji Rp 5 juta ada 2 pilihan yaa saya lihat, bisa pakai metode manapun dan menutut saya, kalau belum konsisten gaji kita di Rp 5 juta setiap bulannya lebih baik pakai Metode Komitmen terlebih dahulu.

Bagaimana cara memulainya ?

Saya awal-awal membuat coretan terlebih dahulu di buku tulis, 25% dari gaji ialah ditabung dan 75% kebutuhan keluarga, kemudian yang 75% ini saya rinci kebutuhan apa aja setiap bulannya.

Saya selalu mengkategorikan 2 hal dalam kebutuhan, yaitu yang wajib dan khusus, kalau wajib nggak bisa berubah tiap bulannya, dan yang khusus ini bisa berubah setiap bulan nominalnya.

Alat-alat yang saya pakai untuk mengatur bulanan cukup mudah ditemukan, yaitu ada buku tulis, bolpoint, penggaris, dompet organizer, dan printer tanpa tinta peripage ukuran A6 beserta stiker label.

sumber : dokprinadi

Apa itu printer peripage ?

Ini printer tanpa tinta yang bisa kita gunakan banyak hal, kertasnya model thermal gitu dengan 2 model kertas, ada yang stiker polos dan stiker label, kalau nggak mau stiker sih nggak apa-apa cuman dibandingkan kalau kita mau tempel-menempel pakai lem lama kan, yaudah beli aja yang model stiker.

Seperti yang saya bilang, saya coret-coret dulu sebagai pemula pakai Metode Komitmen dan setelah oke bisa dipraktekkan, baru deh saya tulis di buku tulis yang sudah saya tulis di depannya "COMMITMENT BUDGETING".

Dan menulis seperti ini, saya merasa lebih bisa mengatur keuangan dan nggak ngawang diotak "eh uang ku tadi keluar buat apa yaa, duh yang aku terima uangnya berapa".

Agak ribet memang yaa dalam hal menulis budgeting bulanan atau keluar masuk uang setiap hari, tapi ini bisa juga jadi sarana healing kita juga.

Di awal bulan, saya tulis 25% untuk menabung atau dana darurat dan 75% untuk kebutuhan sehari-hari secara terperinci.

sumber : dokpribadi

Berapapun gaji suami, saya bersyukur karna masih bisa tercukupi kebutuhan dan masih bisa nabung juga.

Kemudian ketika gajian, cek-cek lagi sudah benarkah nominal nya baik itu uang yang secara fisik dan tulisan kita tadi, kalau udah oke. .mari kita masukkan ke dalam dompet organizer.

sumber : dokpribadi

Kurang lebih seperti ini yaa, ini kenapa saya punya dompet organizer lagi karna yang warna hitam banyak lembaran yang disobek bocil hiks.

Tapi kok habis liat channel youtube nya strawberryonthecake, saya jadi berpikir tantangan menabung sinking fund boleh deh di dompet organizer warna merah karna gimana pun penting juga menabung selain yang kita sisihkan 25%.

Jadi di setiap lembarnya, saya kasih label dan nominalnya juga supaya kita ini nggak lupa saldo awal kategori tersebut.

Selain itu, saya juga menulis pengeluaran harian di buku tulis, kemudian saya catat sisa uangnya tinggal berapa, dan yaa saya cocokkan lagi uang fisiknya apa benar sekian.

Kalau yang belum terbiasa, mungkin ribet yaa.

Tapi coba kalau kamu sering-sering nonton hal tentang keuangan seperti saya tadi, bisa jadi kamu akan tergelitik untuk mencobanya.

Ketika musim wabah begini, ternyata uang tabungan atau dana darurat saya bermanfaat, sehingga kebingungan saya cukup teratasi dikit.

Walaupun ketika emak (ibu) saya meninggal, masih sebagian ayah saya juga keluar uang untuk biaya pemakaman dll.

Terus, kalau uang dari setiap kategorinya sisa gimana ?

Nah itu tadi, kita bisa simpan di sinking fund sesuai kategori kamu.

Misal kamu mau buat skinning fund tentang kado buat suami, buat acara ultah anak, buat skincare, boleh banget sesuai apa yang kamu inginkan.

Kesimpulan :

Saya kira mengatur uang itu mudah kalau hanya dengan menghitung uang saja, namun kalau ditulis justru lebih memudahkan kita untuk mencari jejak-jejak kemana pergi masuknya uang kita, agar kita bisa tetap mengontrol keinginan dan mendahulukan kebutuhan.

4 komentar:

  1. wah teliti banget. memang perlu ya agar kita gak kedodoran denagn uang yang kita punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tp kalau uang receh2 taruh di kaleng misal ada tukang ngamen lewat rumah hehe. Iya mbak karna kadang lupa uang lari kemana perasaan beli nya yaa itu2 aja :'(

      Hapus
  2. emang perlu budgeting uang bulanan, tapi aku masih belum telaten, semoga bisa kayak mbak deh teratur pengeluarannya dan bisa punya tabungan juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak saya dulu juga nggak telaten, tp liat orang-orang nulis budgeting di buku dot planner, ternyata menarik (cuman aku nggak hias2, cara emak2 aja nulis biasa hehe).

      Aamiin. .bisa dipraktekkan walaupun kadang ada trial error mbak.

      Hapus

Produk Oriflame mahal? Ini solusinya