Migrasi BRIS ke BSI (atm dewasa dan anak)

 


Berita bahwa akan ada perpindahan bank-bank syariah yang ada di Indonesia menjadi satu merger, sudah lama saya dengar.

Namun kepastian untuk migrasi itu masih lama katanya.

Kemudian ada info di sosial media dan dari teman, bulan Juni 2021 sudah bisa migrasi.

Saya mempunyai 2 buku rekening, yaitu buku rekening pribadi dan anak.

Dulunya, saya menabung di bank BRI Syariah dan menurut saya cukup nyaman karna tabungan saya ini tanpa potongan biaya admin ketika saya ambil uang di ATM BRIS dan tanpa potongan juga setiap bulannya.

Itu pun berlaku juga di tabungan anak saya.
Ketika migrasi bank ini berjalan, cukup agak ribet menurut saya.

Di wilayah saya ketika akan migrasi bank, berkas yang harus dibawa KTP asli, buku tabungan, dan ATM.

Hari ini mengisi berkas formulir migrasi, besoknya baru bisa diambil KTP, buku tabungan baru, dan ATM baru.

Disini ada yang menarik dari perubahan migrasinya, yaitu 50ribu rupiah menetap dibank.

Saya kasih contoh, misal di buku tabungan kita ada tabungan sebesar 450.000ribu rupiah, namun ketika kita ke ATM, cek saldo yang akan muncul ialah 400.000ribu dan nominal itulah yang bisa kita ambil.

Dan saldo yang 50.000ribu rupiah ini memang seperti umumnya menetap di bank.
Biasanya kan kita kalau di ATM muncul sesuai buku tabungan, tapi ini beda.

Pikiran saya, biar kita selalu ingat bisa diambil semua yg saldo cek di ATM atau mbanking.

Terus, gimana cara migrasi untuk buku anak?
Buku rekening anak, bisa pakai berkas Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, serta KTP ibu kandung.

Disini saya memang ingin rutin menabungkan buat anak, rencananya buat pendidikan tapi ternyata kebutuhan anak itu ada-ada aja jadi saat ini mau fokus juga beli kebutuhan anak misal buku edukasi atau mainan anak tapi ini jarang.

Tapi tetap anggaran pendidikan anak buat saya cukup penting, karna kita nggak tahu waktu kedepannya apa yang akan terjadi.

Kemudian, saya juga ke customer service untuk membenahi mbanking karna kita tahu sendiri kan ATM syariah itu cukup susah dimana-mana dan kalau cek saldo atau transfer di ATM lokal malah kena biaya 4.000 rupiah, biaya transfer 6.500 rupiah.

Emak-emak mikir "duit 4.000 lumayan bisa buat jajan anak".

Mbanking BSI dibilang rumit juga tidak, simple juga iya, karna sekarang terdapat kata sandi ketika masuk untuk cek apapun di mbankingnya.

Kata sandinya pun harus ada huruf besar, huruf kecil, angka, dan maksimal 8 digit.

Nggak apa-apa ribet sedikit yang penting sudah migrasi, karna kalau kita nggak segera migrasi, orang lain nggak akan bisa transfer ke rekening bank kita, kemudian kita pun belum bisa menabung, dan tidak bisa cetak buku.

Jadi bagi kamu yang punya buku rekening BRI syariah, BNI syariah, yuk buruan migrasi yaa.

4 komentar:

  1. temen kantor aku sendiri mengalami "susahnya" ngurus migrasi ini mbak
    jadi dia pagi pagi ke bank yang syariah, diarahkan ke bank utama, dan antrinyaaa dari pagi udah full, besoknya ngulang lagi, ehh siang jam 12 udah tutup

    besoknya balik lagi

    aku sendiri belum pernah punya tabungan di bank syariah, waktu itu kepikiran pengen invest deposito di syariah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bank tutupnya jam 14.00 selama wabah ini mbak Ainun.

      Iya kemarin aku merasa cukup lama waktunya karna nggak bisa sehari dan karyawan nya pun tak liat juga terbatas.

      Kalau invest deposito, aku kurang paham tp bisa langsung ke cs nya buat info lebih lanjut.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya kak Mel😊cuman sayang aja pas proses migrasi agak lama

      Hapus

Produk Oriflame mahal? Ini solusinya