Body lotion cocok buat yang dirumah dengan UV Filter

 

Hai semua pembaca web Alvi, hari ini saya mau bercerita tentang pengalaman saya yang akhir-akhir ini membuat insecure.

Awal mulanya, saya cuek dengan kulit tubuh saya, terutama dibagian kaki dan itu sudah lama terjadi di jaman kuliah saya.

Teman saya pun pernah berkata "kamu pakai kaos kaki dong supaya kulit kaki mu nggak belang dan kering", tapi tetap saja saya nggak konsisten pakai kaos kaki.

Sekarang pun ketika saya sudah berumahtangga dan waktu saya lebih banyak di rumah, ternyata kulit kaki saya kering dan belang.

Padahal, saya keluar rumah juga sebentar-sebentar saja.

Alhasil, mau nggak mau, saya harus pakai body lotion minimal perlindungan dari paparan sinar matahari.

Udah lama banget suami saya pakai body lotion yang saya hanya melirik saja tapi kembali ke cerita awal kalau saya nggak konsistenan kalau merawat anggota tubuh.

Karna ini kepepet, saya pun berusaha konsisten pakai body lotion yang ada kandungan UV Filternya.

Yups, saya akhirnya cobain body lotion suami merek Essentials Fairness karna dia mencerahkan kulit badan dan ada kandungan buah pomelo alias jeruk bali.

Sumber : weboriflame

Dulu pun saya pernah pakai sih, tapi itu benar-benar sekali dua kali dan sekarang harus tiap hari demi kulit saya gak kering atau belang.

Tekstur dari body lotion Essentials Fairness ini agak cair dan menurut saya nggak lengket, jadi dia mudah meresap di kulit kita.

Sumber : dokpribadi

Ini saya praktekan ditangan yaa, karna kulit kaki saya jelek jadi malu deh.

Sumber : dokpribadi

Beginilah hasilnya setelah saya ratakan ditelapak tangan saya, terlihat natural lembab dan kalau untuk mencerahkan sih menurut saya masih belum yaa jadi harus benar-benar pakai tiap hari baru deh terlihat cerah.

Ternyata walaupun dirumah aja, tetap harus pakai body lotion dengan catatan yang berSPF atau seperti yang saya punya yaitu ada UV Filternya dan itu sudah oke banget melindungi kulit badan kita dari panasnya matahari.

Saya pun coba cek keluar rumah agak lama dan memang rasanya enak banget dikulit, nggak kepanasan juga, dan nyaman kalau dibuat aktifitas apapun, terutama kalau terkena air pun santai aja nggak licin dikulit kita.

Kalau kulit kamu cukup gelap, kamu bisa pakai body lotion Essentials Fairness ini agak banyak supaya melindungi kulit kamu, karna sepengalaman suami saya ialah dia masih terasa panas kalau berada di outdoor berlama-lama, tapi kalau untuk kaum emak-emak yang 85% di rumah aja udah oke banget kok body lotion ini.

Kemasannya pun besar 200ml, harganya pun beli aja ketika sedang promoan supaya lebih hemat juga keuangan kita, dan kemasannga pun sangat simple.

Cobain sheetmask Miniso LAGI harga 29.900 dapat 3pcs


Beberapa bulan ini, saya selalu repeat order sheetmask yang ada di Miniso karna saya sudah merasa cocok di kulit wajah dan dompet juga pastinya, ekonomis banget buat emak-emak.

Apalagi punya waktu skincare yang cepet-cepet karna udah ada balita yang ngerecokin yaa kan, jadinya pakai skincare merupakan self reward simple untuk saat ini, menurut saya loh ini.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/07/cobain-sheetmask-miniso-29900-dapat.html

Saya biasanya beli sheetmask di Miniso yang varian bunga-bunga, tapi admin Miniso yang sering saya kontak bilang kalau ada sheetmask varian terbaru aroma buah-buahan dan harganya sama seperti yang biasanya saya beli.

Padahal saya sudah cocok sama yang biasanya saya pakai, beruntusan dan jerawat lumayan kimpes keesokan harinya (saya pakai sheetmask di malam hari bersamaan dengan skincare malam) tapi yaudah apa salahnya dicoba dan berdoa semoga cocok.

Saya coba semua varian terbaru dan warna kemasannya lucu-lucu gemas, saya pun nggak sabar buat mencobanya.

Pakai sheetmask ini cukup seminggu 1-2 kali saja dan hanya 15-20 menit penggunaanya, kalau dipakai pagi atau malam itu bebas terserah kamu tapi kalau saya lebih suka pakai sheetmask malam hari, karna kulit kita di malam hari waktunya istirahat sehingga akan lebih optimals kinerjanya.

Ketika saya buka kemasannya pertama kali, ada aroma buah sesuai dengan sheetmasknya, misal saya buka yang varian anggur dan memang aroma anggurnya terasa tapi soft dan nggak lama aromanya udah hilang.

Potongan sheetmask varian buah ini lebih lumayan karna dia lebih lebar sampai ke dagu bawah, tapi kalau ukuran wajah yang agak lebar perlu pelan-pelan pakainya karna diwajah saya yang kecil ini sudah agak cukupan potongan sheetmasknya.

Air sheetmasknya pun saya rasa cukupan saja ada di sheetmasknya, nggak apa-apa juga sih jadi kesannya hanya cukup menghidrasi kulit wajah.

15 menit kemudian.

Setelah saya lepas topeng sheetmasknya, rasanya segar dan cerah banget dikulit wajah dan ternyata nggak seberapa lengket di kulit kok air sheetmasknya.

Keesokan harinya pun, ternyata hasilnya sama seperti saya pakai sheemask Miniso yaitu beruntusan saya agak kimpes.

Tipe kulit saya mudah beruntusan karna saya nggak bisa sering-sering makan ayam, kerupuk, indomie, karna nantinya akan muncul yang namanya beruntusan dan kendala makanan ini pun bisa juga dialami beberapa kulit kamu dan coba temukan juga makanan apa yang membuat kulit kamu bermasalah walaupun itu kecil.

Dan kerennya lagi, sheetmask ini ludes terjual di bulan Oktober awal bulan karna ada promo untuk member Miniso, kamu bisa beli melalui aplikasi Miniso yang ada di playstore.


Saya repeat order lagi dong, karna saya memang butuh sekali menghidrasi kulit wajah saya pakai sheetmask, kalau kulit sudah terhidrasi maka skin barrier kita lebih mudah untuk menerima makeup agar menyatu dengan kulit, kulit pun tampak soft ketika pakai makeup.

Sheetmask yang saya beli hanya varian ini yang tersisa, sedih banget tapi lebih baik beli dibanding kehabisan karna menurut saya varian apapun sama saja (mungkin saya kurang peka bisa juga).

Buat kamu yang merasa kulit wajahnya bermasalah, coba deh rajin pakai sheetmask karna semua jenis kulit butuh banget sheetmask.

Selain itu, hal yang saya rasain ialah bisa me time karna rutinitas sebagai ibu rumah tangga menguras tenaga dan pikiran jadinya kita wajib memiliki self reward dan me time.

3 bulan setelah sakit dari Covid-19

 

Beberapa minggu vakum banget sama yang namanya menulis di blog karna saya mementingkan kesehatan saya terlebih dulu.

Di bulan Juli, saya sekeluarga mendapatkan musibah yaitu terkena Covid-19, pikiran saya sih bukan karna virus ini tapi karna memang lagi banyak-banyaknya virus dan memang punya penyakit bawaan yang nggak serius.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/07/suka-duka-di-bulan-juni-2021.html

Dan dibulan Oktober awal inilah saya menghitung sudah genap 3 bulan dari saya sakit yang sangat membuat saya masih trauma sampai saat ini.

Sebelumnya, ada emak saya yang memang sudah ada sakit batuk-batuk kecil dan nggak diperiksakan tapi ternyata banyak sekali flek di paru-parunya.

Penyebabnya pun saya sempat menduga-duga, apakah karna emak saya pernah pakai obat nyamuk bakar dan ditaruh dikamar dengan posisi pintu kamar ditutup yang bisa membuat tambah parahnya flek di paru-paru, entahlah.

Tapi saya sudah ikhlaskan kepergian emak, kemarin-kemarin saya masih merasa kayak emak saya yaa pergi ke Surabaya.

Sekarang saya harus fokus sama diri sendiri yang harus benar-benar jaga kondisi, terutama pikiran dan pola tidur.

Iya, saya masih harus menjaga pola tidur saya agar tidak terlalu capek, jadi saya harus cukup tidur malam minimal 7 jam.

Itulah sebabnya saya masih mengatur waktu untuk menulis diblog, padahal yaa bahan untuk menulis udah ada karna blog saya ini sifatnya sharing tentang pengalaman saya, baik itu kecantikan atau kehidupan.

Normalnya tidur malam untuk usia dewasa memang 7-8 jam dan memang ini pengaruh juga untuk mood kita.

Bulan lalu, jam tidur saya kurang dari 7 jam alhasil mood saya jelek banget besok paginya dan memang ditubuh rasanya nggak fresh.

Sempat ada vaksin minggu lalu tapi saya nggak ikut, alasannya memang saya masih trauma dengan sakit di bulan Juli kemarin dan katanya kalau vaksin harus kondisi tubuh sehat.

Saya ibu rumah tangga yang kadang capek kadang fit, jadi saya maju mundur mau ikut vaksin.

Dan ternyata dugaan itu benar, ketika ada kesempatan vaksin eh kondisi saya kecapekan dan gagal untuk vaksin dosis pertama.

Kecewa kah saya ?

Tentu enggak, karna saya yakin ini sudah jalan Nya dan saya mencoba ikuti aja, toh saya pun juga masih takut untuk di vaksin.

Semoga ada vaksin dosis pertama lagi dekat rumah saya, aamiin.

Setelah kepergian emak, saya benar-benar belajar untuk mandiri tapi masih belum sepenuhnya mandiri, misalnya dalam hal masak saya masih butuh pihak ketiga karna pernah nih sebulan setelah saya sembuh dan masak sendiri, eh ternyata saya drop lagi.

Saya lebih memilih menjaga kesehatan saya dan menyuruh pihak ketiga dibanding saya harus sakit, sehat benar-benar sangat mahal.

Urusan mencuci baju, saya manual alias tanpa mesin cuci, mungkin orang-orang yang punya anak bakalan kualahan kalau mencuci manual tapi ini bagi tugas dengan suami juga pastinya, suami cuci baju yang besar-besar sedangkan saya cuci baju anak dan dalaman.

Saya sempat keteteran mengatur rumah, tapi sekarang saya ingin santai dan mencoba mengatur mana yang harus dikerjakan segera dan mana yang masih bisa dipending besok maksimal.

Saya pun merasa proses dari sembuh wabah ini nggak mudah, terutama mental saya, saya lebih mudah parno kalau sedang sakit dan saya sempat banyak pikiran setelah kepergian emak saya.

Sampai-sampai saya konsul ke teman saya seorang dokter karna maaf feses saya ini up and down teksturnya, tapi saya masih mau makan seperti orang normal.

Panjang lebar dia tanya saya, dan yaa itu tadi karna faktor "kepikiran" yang membuat pencernaan saya terganggu, bisa sembelit bisa diare.

Alhasil resepnya cuman satu, menurunkan pikiran, yaa maksudnya nggak banyak pikiran gitu.

Dan iya saya lakukan, kemudian saya cek feses secara mandiri (maaf yaa jorok tapi kenyataannya seperti itu, kita tahu sakit atau nggak nya hanya melalui feses) dan alhamdulillah sudah normal.

Saya juga bertanya ke saudara atau rekan yang sempat terkena wabah ini dan memang proses pemulihannya nggak bisa langsung.

Yaudah mau nggak mau saya harus menerima kondisi saya, saya pun menjaga mental saya agak tidak overthinking negatif.

Produk Oriflame mahal? Ini solusinya


Dulu sebelum kenal Oriflame atau bahkan cuman sekedar mendengar "oh Oriflame, nggak wes" itu sudah panik overthinking harga produknya mahal-mahal.

Kalau menurut saya, iya memang mahal dalam pandangan awam.

Namun lama-lama setelah coba pakai produknya mulai aja harga yang rendah, sedang, tinggi, eh promoan juga, ternyata ada nilai plus dan minusnya.

Tapi saya selama ini memang lebih dominan nilai plus kalau urusan kualitas produknya, kalau urusan harga agak sedih juga tapi memang sebanding dengan kualitasnya.

Alasan saya masih setia sama produk Oriflame karna saya pernah mengalami jerawatan yang parah dan saya juga bingung udah kemana-mana bahkan pakai yang alami pun malah bikin perih di kulit wajah.

Memang kalau udah menemukan produk yang cocok, susah banget move on dan membutuhkan waktu yang lama untuk "yaa saya suka produk Oriflame".

Apakah benar produk Oriflame ini mahal?

Kalau kita rinci sampai detail, sebenarnya bisa kok kita berkata "produk Oriflame ini harganya ekonomis, asalkan ... ", hayo siapa yang tahu jawabannya.

Pasti banyak yang jawab "beli ketika ada promoan", iya betul kok tapi ada yang lain lagi jawabannya.

Jadi member Oriflame tapi hanya sebagai pemakai produknya saja, udah titik jadi fokus buat beli produk yang kamu suka.

Kalau takut di follow up para upline, cukup simak dan iyakan, jelaskan kalau kamu hanya fokus beli produknya aja, kuatkan pendirian kamu juga karna tugas mereka memang follow up.

Yaa sama kayak kerja dimana pun ada juga kan bagian follow up, jadi santai aja.

Setiap bulan, Oriflame selalu katalog baru kan dan mereka selalu ada produk yang promo, ganti bulan pun promonya udah berbeda.

Kemudian kalau kamu jadi membernya, kadang nih ada info promo dari tanggal sekian sampai sekian, nah tuh manfaatin aja promonya.

Semuanya sekarang serba online kok pemberitahuannya, bahkan ada juga channel telegram milik upline yang update info katalog besar atau promo.

Nah masih merasa mahal?

Coba deh kamu pahami katalognya Oriflame, disetiap kategori produk selalu ada kategori harganya, misal nih yang sering saya beli produknya kan bagian skincare, nah skincare ini pun punya tingkatan harga mulai rendah, sedang, dan tinggi, bahkan dalam kategori harga pun menentukan kualitas juga.

Tapi bukan berarti harga rendah kualitas jelek, enggak yaa tetep bagus kok karna Oriflame ini bukan produk lokal jadi harap maklum dengan harganya yaa.

Coba yang punya produk Oriflame, kalau liat dibalik kemasannya selalu ada tulisan "made in Swedia" atau "made in India", nah seperti itu lah contohnya.

Bahkan dalam kategori harga rendah pun, bisa juga dia mengadakan promo, auto murah juga kan.

Nggak ada salahnya kok kalau kamu illfeel sama Oriflame, tapi kalau kamu pengen beli produknya di teman kamu, langsung aja tanya produk apa yang kamu butuhkan dan tanya juga kapan produknya promo atau apakah produk itu sering promo.

Kalau yang skincare harganya jutaan, hehe mohom maaf itu nggak promo karna memang dia pemakaian selama 6-7 bulan pakai rutin yaa catat dan yang ganti lagi cuman serum wajahnya aja kok.

Pakai dikit udah cukupan diwajah  kok entah itu face wash atau pelembabnya, karna emang seirit itu produknya.

Dan produk promonya Oriflame itu bisa kita amati loh "oh produk ini nih biasanya promo".

Bukan berarti saya nulis ini mengajak kamu bergabung yaa, no.

Saya memang punya ide untuk sharing tentang pengalaman saya menjadi member Oriflame dan cerita tentang produknya yang memang saya suka.

Boleh banget tulis komentar kamu di kolom komentar.

Alasan berhenti jalanin Oriflame


Pertama kalinya saya cerita tentang MLM Oriflame nih, karna saya pun sampai saat ini masih member tapi beli barangnya untuk keperluan pribadi saja.

Kalau ditanya alasannya, bakalan panjang disini tapi semoga saja ini bisa jadi bahan sharing aja.

Saya dulunya jalanin bisnis dan jualan produknya, namun saya merasa menjadi kurang dekat dengan anak saya ketika usianya masih belum 1 tahun (saya lupa tepatnya berapa bulan usia anak saya waktu itu ketika fokus bisnis dan jualan).

Kalau dari sistem kerjanya, sebenarnya nggak ada yang salah, cuman mungkin tipe yang seperti saya ini nggak terlalu suka ajak-ajak orang, jadinya yaudah berhenti aja bisnisnya dan jualan pun hanya sampingan aja, karna masih banyak orang menganggap produk Oriflame itu mahal.

Jika kita sering pegang produk-produk kecantikan, mungkin ini harganya ditengah-tengah yaa karna Oriflame ini bukan produk lokal.

Dulu pun sama kok saya juga merasa produk-produknya mahal, tapi saya buka katalog dan lihat-lihat produknya, oh ternyata dia ini harganya dibagi 3 bagian yaitu rendah, sedang, tinggi dan masing-masing kategori ini punya brand unggulan.

Misal dalam skincare, saya urutkan dari harga yang rendah ke tinggi.

Rendah : Love Nature, Pure Skin, Glow Essentials
Rendah : Optimals
Tinggi : Novage

Tapi bukan berarti harga rendah itu murahan, karna namanya suatu perusahaan pasti punya target market sendiri-sendiri

Lagi deh misal dalam hal makeup.

Rendah : OnColour
Sedang : The ONE
Tinggi : Giordani

Saya pun pernah merasakan 3 kategori harga ini dan memang ada harga ada kualitas.

Kemudian alasan saya berhenti Oriflamean pun, yaa modal juga sih entah itu bisnis ataupun jualan.

Kalau bisnis, modalnya memang minimal tutup poin dan produknya memang bisa kok dipakai sehari-hari, tapi rekrut orangnya ini saya merasa masih belum bisa.

Kalau jualan, ini harus sistem PO karna order by online dimana setiap order ada minimal ordernya, kalau dibawah mininal order, akan dikenakan biaya ongkir.

Cukup mahal sih, yaa mahalpun karna packagingnya nggak sembarangan, bubble wrap kualitas bagus dan pakai kardus juga, nah ini aja udah berapa kan harganya maka dari itu ada order minimal juga.

Alasan kenapa masih setia pakai produk Oriflame, padahal harganya menurut kata orang ialah "mahal"?

Triknya ialah beli ketika produk yang kita butuhkan jika sedang promo.

Ada merek-merek tertentu yang memang promo dan setiap bulan selalu berbeda katalog, inilah yang membuat kita bisa melihat kedepannya juga beli atau enggaknya barang tersebut.

Kadang saya pun bisa mengerti barangnya kapan lagi promo, misal seperti tender care bulan Juni promo, nah 3 bulan lagi dia akan promo kok hehe jadi sudah kayak hafal gitu.

Bukan cuman itu aja, kadang ada juga promoan di tanggal-tanggal tertentu karna infonya berjalan, nah manfaatin hal-hal beginian tuh wajar banget.

Tapi kalau urusan skincare yang harganya agak tinggi, memang dia nggak ada promo.

Barang bagus soalnya hehe.

Jadi sekarang pun memang saya lebih suka pakai produknya sendiri yaitu skincare dan peralatan mandi, kalau makeup jarang beli dan beli kalau lagi promo atau hal yang pengen saya review.

Iya saya sekarang pun seneng aja review produk-produknya Oriflame karna memang selain sudah cocok, saya merasa nyaman aja produknya dikulit saya.

Produknya nggak cuman buat perempuan, buat laki-laki pun bisa.

Skincare pun cowok bisa pakai loh, minimal face wash dan pelembab udah cukup kok kalau laki-laki.

Kamu pernah coba produk Oriflame yang mana? Atau belum pernah coba?

Saya nggak bahas parfum yaa, itu mahal banget menurut saya hehe, tapi sekali lagi nggak usah tanya kualitas, memang dia produknya bagus karna sudah teruji secara klinis, dermatologis, maupun uji konsumen.

Cetak foto dari handphone tanpa tinta

Hai semuanya, saya mau sharing tentang pengalaman saya yang pengen flashback jaman-jaman cetak foto.


Saya sering sekali gonta ganti handphone dulunya, sekarang pun masih tapi nggak setiap tahun kayak dulu.

Alasan ganti handphone bukan karna ikutan trend, tapi saya memang nggak pernah awet dulunya kalau pegang handphone.

Ada aja komponen yang rusak, biasanya sih tombol.

Kemudian liat galery hp, saya ingin sekali punya foto cetak untuk kenang-kenangan, karna kalau disimpan di handphone terkadang memory penuh bahkan ke hapus, atau gonta-ganti handphone juga.

Saya cari informasi dan muncullah si printer lucu ini yaitu Instax Share SP-2.

sumber : dokpribadi

Kalau kamu tahu kamera instax mini, kamu akan tahu juga tentang printer ini, karna nggak jauh beda kegunaannya.

Yang membedakan ialah kamera dan printer.

Printer ini bentuknya pas sesuai genggaman tangan dan bisa dibawa kemana-mana, karna dia sistemnya bisa di charge, keren kan.

Instax Share SP-2 ini bisa cetak foto yang ada di handphone, laptop, atau memory card kamu dan kertas cetaknya pun pakai film instax mini.

Harganya filmnya memang mahal, tapi dia bisa bertahan lama hingga puluhan tahun kalau kita simpan di buku album khusus instax.

Sebelumnya, kita install dulu aplikasi instax SHARE di playstore (handphone saya android, di IOS juga bisa).

Printer ini terkoneksi dengan menggunakan wifi saja.

Setiap box kertas film, berisi 10 kertas yang harus dihabiskan terlebih dahulu, baru boleh ganti yang baru.

Kalau di era jaman kamera yang masih pakai film roll kecil, nah kurang lebih seperti itu film instax mini ini dan dia tidak boleh terpapar langsung oleh sinar matahari.

Ketika selesai mencetah, hasilnya memang belum muncul dan tunggu beberapa menit (kurang lebih 3 menit warnanga akan muncul semua).

Dan yey hasilnya bagus sekali printer Instax Share SP-2 dan bisa kita cetak horizontal atau vertikal, atau pakai efek-efek yang tersedia di aplikasi Instax Share.

Baca juga : https://www.alvisuryani.com/2021/08/barang-unik-yang-bisa-dipakai-untuk.html

sumber : dokpribadi

Bagi yang suka jurnaling, bisa banget punya printer ini karna memorable banget.

Ini foto dari memory saya dan saya coba cetak foto pernikahan saya, hasilnya memang bagus walaupun ukuran filmnya kecil, tapi ini sangat berkesan.

Karna saya suka barang-barang lucu dan unik, maka saya sangat senang adanya printer ini.

Migrasi BRIS ke BSI (atm dewasa dan anak)

 


Berita bahwa akan ada perpindahan bank-bank syariah yang ada di Indonesia menjadi satu merger, sudah lama saya dengar.

Namun kepastian untuk migrasi itu masih lama katanya.

Kemudian ada info di sosial media dan dari teman, bulan Juni 2021 sudah bisa migrasi.

Saya mempunyai 2 buku rekening, yaitu buku rekening pribadi dan anak.

Dulunya, saya menabung di bank BRI Syariah dan menurut saya cukup nyaman karna tabungan saya ini tanpa potongan biaya admin ketika saya ambil uang di ATM BRIS dan tanpa potongan juga setiap bulannya.

Itu pun berlaku juga di tabungan anak saya.
Ketika migrasi bank ini berjalan, cukup agak ribet menurut saya.

Di wilayah saya ketika akan migrasi bank, berkas yang harus dibawa KTP asli, buku tabungan, dan ATM.

Hari ini mengisi berkas formulir migrasi, besoknya baru bisa diambil KTP, buku tabungan baru, dan ATM baru.

Disini ada yang menarik dari perubahan migrasinya, yaitu 50ribu rupiah menetap dibank.

Saya kasih contoh, misal di buku tabungan kita ada tabungan sebesar 450.000ribu rupiah, namun ketika kita ke ATM, cek saldo yang akan muncul ialah 400.000ribu dan nominal itulah yang bisa kita ambil.

Dan saldo yang 50.000ribu rupiah ini memang seperti umumnya menetap di bank.
Biasanya kan kita kalau di ATM muncul sesuai buku tabungan, tapi ini beda.

Pikiran saya, biar kita selalu ingat bisa diambil semua yg saldo cek di ATM atau mbanking.

Terus, gimana cara migrasi untuk buku anak?
Buku rekening anak, bisa pakai berkas Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, serta KTP ibu kandung.

Disini saya memang ingin rutin menabungkan buat anak, rencananya buat pendidikan tapi ternyata kebutuhan anak itu ada-ada aja jadi saat ini mau fokus juga beli kebutuhan anak misal buku edukasi atau mainan anak tapi ini jarang.

Tapi tetap anggaran pendidikan anak buat saya cukup penting, karna kita nggak tahu waktu kedepannya apa yang akan terjadi.

Kemudian, saya juga ke customer service untuk membenahi mbanking karna kita tahu sendiri kan ATM syariah itu cukup susah dimana-mana dan kalau cek saldo atau transfer di ATM lokal malah kena biaya 4.000 rupiah, biaya transfer 6.500 rupiah.

Emak-emak mikir "duit 4.000 lumayan bisa buat jajan anak".

Mbanking BSI dibilang rumit juga tidak, simple juga iya, karna sekarang terdapat kata sandi ketika masuk untuk cek apapun di mbankingnya.

Kata sandinya pun harus ada huruf besar, huruf kecil, angka, dan maksimal 8 digit.

Nggak apa-apa ribet sedikit yang penting sudah migrasi, karna kalau kita nggak segera migrasi, orang lain nggak akan bisa transfer ke rekening bank kita, kemudian kita pun belum bisa menabung, dan tidak bisa cetak buku.

Jadi bagi kamu yang punya buku rekening BRI syariah, BNI syariah, yuk buruan migrasi yaa.