Pentingnya memakai masker wajah yang menutrisi dan melembutkan kulit


2 bulan yang lalu, ada produk baru muncul di katalog dan mau coba pakai produk baru tuh yang dipikiran saya ialah "bagus nggak sih produknya", karna saya juga mikir budget skincare saat ini.

Saya lebih tertarik sama skincare dibanding makeup, karna kalau udah emak-emak yang penting kulitnya sehat alias anti ribet.

Tapi kembali lagi, skincare harian pun nggak cukup jadi harus lakukan rutinitas tambahan setiap mingguannya yaitu exfoliate atau pengangkatan sel-sel kulit mati.

Ada macam-macam produk exfoliate yang sering kita pakai, seperti scrub, masker wajah, peeling, bahkan sheetmask.

Dan produk exfoliate kulit wajah pun punya beberapa tekstur, manfaat, dan cara kerjanya yang kita sendiri harus memahami itu semua.

Kenapa ?
Yaa supaya kulit wajah kita ini nggak over exfoliate yang malah menyebabkan kulit kita makin kering, dilakukannya pun cukup 1-2 kali seminggu aja.

Ngomong-ngomong soal exfoliate kulit wajah, saya sekarang sedang tertarik dengan masker wajah terbarunya Love Nature Dark Berries Delight Face Mask Smoothie, kalau dilihat dari namanya, terlihat banget kan kalau kandungannya dari buah dan teskturnya smoothie, tapi yang bikin saya penasaran yaa hasilnya setelah pakai masker ini.

Produk baru launching, masih belum kepincut dan kepincutnya yaa bulan berikutnya.

Kalian tahu kenapa saya seperti itu ?
Karna saya selalu ingin lihat review dari para penggunanya dulu hehe, entah itu di youtube atau instagram yang para member Oriflame, karna mereka pasti review produk baru.

Akhirnya beli dong karna mumpung masih promo, yups, saya selalu memanfaatkan promoan kalau beli karna harganya sangat murah.


Warna masker wajahnya gemesin karna ini salah satu warna kesukaan saya yaitu ungu soft, gimana saya nggak kepincut mau beli.

Masker ini bisa untuk semua jenis kulit, kalau saya sih lebih merekomendasikan untuk kulit yang kering dan sensitif karna masker wajah ini bentuknya smoothie alias lembut.


Kurang lebih seperti ini teksturnya, nah kan gemes liatnya dan memang aku lebih menyarankan masker wajah ini untuk kulit yang kering dan sensitif, karna dia nggak menggores kulit wajah kamu, malahan masker wajah ini menutrisi dan melembabkan kulit wajah.

Kalau untuk kulit normal, berminyak, dan kombinasi gimana ?

Kalau di saya si jatuhnya biasa aja, hanya sekedar lembut dan segar hehe.


Dan inilah gambaran kalau diratakan dikulit tangan, nah kan makin seneng kalau masker wajah yang nggak melulu gosok-gosokin kulit wajah, kasihan juga wajah kita yaa.


Kalau saya praktekan dikulit wajah, hasilnya seperti ini tekstur maskernya, dan entah juga sih ini sudah merata atau belum atau kurang banyak saya pakaikan maskernya karna saya pakai spatula masker oleskannya.

Hasil pakai masker Love Nature Dark Berries

Kalau menurut saya, dia memang hanya untuk menutrisi kulit dan melembutkan kulit saja jadi cuman rileks seger gitu aja dikulit wajah.

Dibilas pakai air pun, aah bener-bener lembut masker wajah ini rasanya pengen pijat-pijat pipi terus walaupun pipi saya nggak tembem hehe.

Ukurannya yang 50ml ini enak aja bakalan lama habis juga, saya kadang berpikir enaknya kalau pakai masker wajah tuh banyak atau secukupnya dikulit wajah aja yaa. .mungkin ada yang berbeda caranya sama saya.

Ini kedua kalinya saya mencoba masker wajah dengan tekstur smoothie, tapi yang dulu nggak cocok karna memang untuk jenis kulit kering dan sensitif, sedangkan si Love Nature Dark Berries ini walaupun dia teksturnya smoothie tetap bisa dipakai untuk semua jenis kulit.

Alhasil, kita nggak perlu takut skin barrier atau permukaan kulit bagian luar kita ini rusak.

Sekali lagi, walaupun masker wajah ini teksturnya smoothie perlu dicatat pemakaiannya 1-2 kali seminggu saja yaa.

Semoga sharing saya bermanfaat buat para pembaca.

Memiliki anak pada fase toodler terasa banget capek, apakah kamu juga?


2 hari 1 malam ini, rasanya badan saya capek banget.

Nggak cuma capek tenaga, tapi pikiran, tapi kalau dipikir-pikir capek tenaganya nggak seberapa.

Punya anak usia 2 tahun 5 bulan, rasanya capek mulut dan rasa was-was terus tiap liat polah atau pergerakannya, ya karna apa-apa yang dipegang bisa hampir di makan atau naik-naik yang bikin membahayakan dirinya.

Mata lengah dikit, kadang ada-ada aja yang dilakukan, pas mata nggak lengah, ya polahnya biasa aja.

Ya begitulah keluh kesah saya, mungkin ada yang lebih kuat dibanding saya, hebat banget dan jujur saya salut.

Semenjak ditinggal almh emak saya, saya ngurus pekerjaan rumah sendiri kecuali masak dan cuci baju.

Kalau dikatakan beban, nggak juga karna sekarang lebih ke bebas bisa ngapa-ngapain terutama anak saya bisa bergerak, itu sih.

Mau ngobrol rame dirumah pun juga nggak ada halangan.

Eits, mungkin ada yang menganggap saya suka emak saya meninggal (ya karna tetangga saya julid sampai berkata seperti itu pas hari H almh emak saya nggak ada), posisi saya sebelum almh emak saya tuh pikiran saya kacau karna anak saya dilarang-larang gak boleh ini itu, dan anak saya disuruh manjat-manjat terus ya saya capek juga ketika anak saya manjat-manjat terus.

Dah itu aja sekilas cerita tentang almh emak saya ya, karna saya takut nangis lagi kalau bahas almh emak.

Kembali ke topik.

Edisi masih deg-degan banget sama polah toodler, cuman bisa berdoa dalam hati semoga dikasih kesabaran yang sangat luas.

Pernah juga kah sama seperti saya?

Mungkin ada emak-emak yang kuat dan sabar hadapi polah anaknya, tapi ini saya masih belum ditahap yang sabar banget.

Saya selalu mencoba menenangkan diri saya dengan agak jaga jarak sama anak, atau saya asyik makan (walaupun saya masih nggak bisa cuek-cuek banget mata saya lihat polah anak).

Akhirnya saya memutuskan untuk pijat capek-capek yang letaknya nggak jauh dari rumah saya.

Dan beneran sakit semua badan pas dipijat.

Kaki nih berasa banget, tulang punggung juga rasanya kratak-kratak, tangan cuman rileks aja, dan pijat kepala saya bener-bener rileks.

Kayaknya semua emak-emak wajib deh sebulan sekali pijat, kalau kata teman daripada nanti capeknya numpuk malah bahaya.

Lah ini saya nggak pijat bulan lalu, jadi terhitung 2 bulan sekali hehe, dan sepertinya harus rutin sebulan sekali pijat, lah kok jadi kayak bayi aja harus dipijat rutin.

Ada beberapa teman menyarankan berdamai dengan polah anak, berdamai sih tapi kalau udah pegang barang yang aman tapi jadinya nggak aman waktu kejadian, ya jadi serba salah dong.

Apalagi beberapa hari kemarin, anak saya mendadak sembelit, makin rempong lah saya karna kalau udah sembelit tuh kayak makan ogah-ogahan dan minun air putihnya jadi jarang, ditambah musim hujan yang cuacanya dingin-dingin jadi nggak mau minum air putih.

Hadeh cobaan apalagi ini.

Dan ternyata mau minum aqua, yups saya dirumah masih pakai minum air yang didesa-desa jadi mendidihkan air pdam dulu untuk diminum.

Tapi dibalik itu semua, rasa bersyukur banget tuh ada, seperti saya sedang menulis di blog ini ketika anak saya sudah tidur sambil liat wajah lucunya.

Bersyukurnya ialah perjuangan dalam tumbuh kembang anak saya, saya masih bisa kejar walaupun menurut teori-teori yang seliweran di instagram tuh agak terlambat tapi insya Allah nggak ada kata terlambat kalau kita bersungguh-sungguh dan selalu berdoa mohon petunjukNya.

Kemudian, suami selalu mengingatkan bahwa anak itu rejeki tapi sekaligus ujian, jadi yaudah harus terima satu paket, dan katanya lagi "kamu nggak lihat orang-orang yang sudah nikah bertahun-tahun tapi belum punya anak, gimana coba", kurang lebih kalau dibahasakan seperti itu.

Iya begitulah keluh kesah saya beberapa hari ini, maaf banget saya sharing isinya berkeluh kesah, semoga saya kuat kayak emak-emak diluar sana, ah salutlah saya pokoknya.

Penyesalan skip skincare malam


Beberapa minggu ini, saya merasa malas untuk rutin skincare malam, malasnya mungkin karna mau datang bulan dan biasanya badan lagi capek banget.

Nggak cuci muka pakai face wash, kadang bersihkan pakai remover make up aja tanpa saya bilas.

Dulu juga pernah lakukan skip skincare malam tapi saya masih belum terpikirkan untuk menulis diblog, dan saat ini tiba-tiba terpikirkan saya harus share pengalaman saya yang ini karna siapa tahu kamu juga punya pengalaman yang sama.

Apa yang terjadi pada kulit jika skip skincare malam?


Kusam, jelas banget ini terlihat dikulit wajah.

Komedo di hidung pun muncul, pasti risih ketika kita pegang-pegang hidung dan kayak pengen banget ambilin komedonya tapi harus ditahan karna nanti pori-pori kebuka dan malah berlubang kalau diambil pakai kuku.

Jerawat mulai muncul tapi nggak over, karna memang nggak bersihkan kulit wajah di malam harinya.

Itulah permasalahan kulit wajah yang saya alami kalau saya skip skincare malam.

Apa kamu juga pernah malas skincare malam? Please ya pilihlah rutin pakai skincare setelah sholat isya atau maksimal jam 9 malam supaya kinerja skincare maksimal dan kita pun mengurangi permasalahan kulit wajah.

Kalau kita tahu manfaat skincare malam, pasti kita nggak akan malam kok karna skincare malam ini punya banyak manfaat, seperti meregenerasi kulit, kemudian menutrisi kulit kita juga, pagi sampai sore kulit kita lelah karna kena debu dan panasnya matahari jadi malam hari waktunya kulit kita untuk rehat, menjaga kelembaban kulit lebih ekstra, dan penyerapannya akan lebih maksimal.

Kapan waktu ideal pakai skincare malam?


Kita pasti sudah tahu kalau tidur malam kualitasnya ialah 7-8 jam, jadi kita pun harus mengira-ngira mulai jam berapa pakai skincare malamnya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, kira habis sholat isya' ialah persiapan tidur dan kita juga kan yang tahu biasanya bangun pagi jam berapa.

Misal nih saya tidur malam maksimal jam 9 atau 10 karna saya punya balita jadi tidur malam harus cukup.

Otomatis saya pakai skincare sekitar setengah 9 malam atau jam 9 malam dan itu udah waktu maksimal, karna jam 10 malam keatas sudah waktunya skincare malam kita bekerja.

Skincare malam bekerja dan kita tidur nyenyak, nah disitu lah hal-hal sepele yang kadang masih kita anggap remeh.

Kemudian bangun pagi saya sekitar setengah 5 atau jam 5 pagi maksimal.

Sudah dapat bayangan kan kalau memang tidur malam berkualitas kita memang 7-8 jam jadi sekalian kita pakai skincare malam.

Yuk mulai rajin lagi rawat kulit wajah kita, lebih baik sedini mungkin sebelum tanda-tanda penuaan dini muncul.

Planner dan journaling simple untuk ibu rumah tangga

 

Sebelumnya, saya ingin sharing tentang pengalaman pribadi saya kenapa mau-maunya ribet membuat planner dan journaling ala Alvi yaitu saya sendiri.

Planner dan journaling yang saya buat ini karna saya perlu mencatat beberapa hal penting, karna kalau disimpan dikepala aja, malah membuat saya sering lupa.

Sehingga, saya pun mencoba membuat planner dan journaling simple ini, gak ada estetik seperti yang ada di Instagram atau Pinterest, karna saya membuat untuk pencatatan kebutuhan rumah tangga dan hal-hal penting yang harus saya catat.

Saya pun browsing-browsing dulu nih, biasanya dalam planner dan journaling tuh isinya apa aja sih didalam catatan mereka.

Trus terkejut dong, ternyata sebagus itu bahkan serapi itu kalau mereka membuat planner dan journaling ala mereka masing-masing.

Tapi saya sadar dengan waktu yang saya miliki, punya balita usia 2 tahun 4 bulan dimana saya harus banyak bermain dengan dia dan meminimalisir screen time juga, alhasil saya buat ala saya sendiri.

Apapun yang saya mau catat, yaa saya taruh dibuku planner dan journaling saya.

Sebelumnya, saya pakai buku A5 grid dan memang sangat enak tapi kurang terlihat oke karna ada garis kotak-kotaknya.

Lama-lama saya melirik buku yang titik-titik itu loh, dan saya pun coba beli deh karna cari yang tebal juga, gak gampang sobek juga pastinya.

Dan ternyata lucu banget, saya memang punya ketertarikan dari dulu dengan peralatan tulis menulis tapi gak over juga.


Saya pilih covernya aja lama banget, karna saya ingin cover simple dan warnanya pun cerah, ketemulah sama cover kucing dengan buah apel diatas kepalanya dan cover warna biru muda.

Covernya pun saya pilih hard cover, ada juga yang soft tapi kembali lagi sesuai selera dan budget juga.

Ada banyak sekali pilihan gambar covernya bahkan bisa custom juga, eh tapi ini beda harga pastinya dan kalau mau beli cepat yaudah pilih cover yang disediakan pihak tokonya, menarik-menarik semua kok.

Saya pun awalnya cuman pakai bolpoint hitam aja dan 2 stabilo warna neon, yaa karna saya inginnya minim budget ala ibu rumah tangga.

Tapi lama-lama kayaknya lucu punya spidol warna-warna, beli lah tuh di toko peralatan tulis dan beli yang isi 12 warna.

Isi buku planner dan journal saya ini ada commitment budgeting, tracker daily commitment budgeting, abudance jurnal, tracker ibadah, tracker jam tidur, dan tracker lainnya yang ingin saya tracker.


Yang pertama selalu saya tulis ialah buku keuangan bulanan rumah tangga dan cara saya mengatur keuangan rumah tangga dengan cara zap finance, kamu bisa pilih sesuai dengan gaji kamu atau suami kamu.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/08/tips-alokasi-budget-bulanan-tertata-rapi.html

Isinya pasti bebas yaa sesuaikan dengan pengeluaran kamu setiap bulannya, kalau saya hal utama ialah sisihkan untuk menabung terlebih dahulu kemudian untuk urusan yang pokok-pokok seperti yang belanja, uang bensin suami, uang susu anak, bersedekah juga penting.


Nggak hanya ditulis aja nominal umumnya, tapi saya pun juga menulis kemana saja uang saya pergi setiap harinya, memang awalnya saya nggak menggunakan tracker daily ini tapi sempet kelupaan "eh udah beli X apa belum yaa" atau "loh uangnya tadi tal buat beli apa yaa kok tinggal segini", nah ternyata tracker daily penting banget walaupun sama cek lagi sisa uang di dompet simpanan.

Ribet ?
Iya sih tapi dengan cara seperti inilah saya menjadi mudah mengingat hal-hal sekecil apapun uang keluar kemana (kecuali uang sedekah yaa, ini nggak saya tracker).


Selanjutnya ada tracker ibadah, ini bebas juga boleh kamu tracker atau nggak tapi kalau saya kayaknya harus, karna sebagai rasa pengingat diri saya hubungan dengan Sang Pencipta.

Note : agama lain pun bisa membuat tracker ibadah masing-masing.


Tracker jam tidur, entah mengapa yang saya tulis ini penting karna ketika jam tidur kurang, maka imun saya drop dan mood pun cukup jelek keesokan harinya.

Saya mengambil contoh di pinterest karna bayak sekali contoh penulisan, yang ini cukup ribet karna harus nulis angka yang banyak tapi yaa inilah lagi doyan yang pakai tampilan seperti ini.

Kadang disinilah saya menyadari jam tidur saya berkurang, apalagi tidur malam karna jam tidur malam orang dewasa minimal 7-8 jam, bebas mau tidur siang atau nggak tapi saya seorang ibu rumah tangga harus jaga mood dan kondisi jadinya wajib banget tidur siang 1-2 jam.


Abudance jurnal, ini seperti buku diary harian buat saya.

Sebenarnya, ada 4 kategori yaitu hal yang disyukuri, ambisi, plan harian, dan emosi negatif.

Berhubung emak-emak keburu ngantuk karna saya nulisnya malam hari, saya persingkat hanya 2 kategori saja yang menurut saya penting yaitu hal yang disyukuri dan emosi negatif.

Uneg-uneg rasanya keluar semua kalau emosi negatif ditulis, dan menulis rasa syukur pun membuat juga ingat "oh bersyukurnya saya sampai detik ini masih diberi xxx" karna setiap orang punya rasa syukurnya sendiri-sendiri.


Tracker lainnya yang ini saya catat ialah banyak sekali dan ini pun kadang masih bolong-bolong, semoga konsisten dengan tujuan saya yaa.

Ini beda-beda tiap orang jadi kalau kamu mau coba tracker daily kamu, bisa banget dan bebas.


Menabung dari sisa uang belanja, kesukaan emak-emak rumah tangga nih biasanya.

Walaupun diawal sudah menabung, entah mengapa perlu juga menabung lagi dengan metode HAPSARI (hanya satu lembar sehari), karna kita nggak tahu kedepannya akan ada kejadian apa jadi pokoknya nabung aja.

Nominalnya bebas yaa karna saya masih mampunya 5.000-10.000 aja per hari, semoga kalau ada pemasukan tambahan bisa besar juga menabungnya, aamiin.

Selesai sudah tentang planner dan journal simple ala saya, kalau mau dikasih gambar-gambar boleh banget karna setiap orang punya healingnya sendiri-sendiri dan waktu daya hanya beberapa jam untuk healing, kesibukan sebagai ibu rumah tangga nggak ada habisnya dan seorang istri minimal jaga kesehatan dan pikiran juga.

Semoga bermanfaat tulisan saya.

Body lotion cocok buat yang dirumah dengan UV Filter

 

Hai semua pembaca web Alvi, hari ini saya mau bercerita tentang pengalaman saya yang akhir-akhir ini membuat insecure.

Awal mulanya, saya cuek dengan kulit tubuh saya, terutama dibagian kaki dan itu sudah lama terjadi di jaman kuliah saya.

Teman saya pun pernah berkata "kamu pakai kaos kaki dong supaya kulit kaki mu nggak belang dan kering", tapi tetap saja saya nggak konsisten pakai kaos kaki.

Sekarang pun ketika saya sudah berumahtangga dan waktu saya lebih banyak di rumah, ternyata kulit kaki saya kering dan belang.

Padahal, saya keluar rumah juga sebentar-sebentar saja.

Alhasil, mau nggak mau, saya harus pakai body lotion minimal perlindungan dari paparan sinar matahari.

Udah lama banget suami saya pakai body lotion yang saya hanya melirik saja tapi kembali ke cerita awal kalau saya nggak konsistenan kalau merawat anggota tubuh.

Karna ini kepepet, saya pun berusaha konsisten pakai body lotion yang ada kandungan UV Filternya.

Yups, saya akhirnya cobain body lotion suami merek Essentials Fairness karna dia mencerahkan kulit badan dan ada kandungan buah pomelo alias jeruk bali.

Sumber : weboriflame

Dulu pun saya pernah pakai sih, tapi itu benar-benar sekali dua kali dan sekarang harus tiap hari demi kulit saya gak kering atau belang.

Tekstur dari body lotion Essentials Fairness ini agak cair dan menurut saya nggak lengket, jadi dia mudah meresap di kulit kita.

Sumber : dokpribadi

Ini saya praktekan ditangan yaa, karna kulit kaki saya jelek jadi malu deh.

Sumber : dokpribadi

Beginilah hasilnya setelah saya ratakan ditelapak tangan saya, terlihat natural lembab dan kalau untuk mencerahkan sih menurut saya masih belum yaa jadi harus benar-benar pakai tiap hari baru deh terlihat cerah.

Ternyata walaupun dirumah aja, tetap harus pakai body lotion dengan catatan yang berSPF atau seperti yang saya punya yaitu ada UV Filternya dan itu sudah oke banget melindungi kulit badan kita dari panasnya matahari.

Saya pun coba cek keluar rumah agak lama dan memang rasanya enak banget dikulit, nggak kepanasan juga, dan nyaman kalau dibuat aktifitas apapun, terutama kalau terkena air pun santai aja nggak licin dikulit kita.

Kalau kulit kamu cukup gelap, kamu bisa pakai body lotion Essentials Fairness ini agak banyak supaya melindungi kulit kamu, karna sepengalaman suami saya ialah dia masih terasa panas kalau berada di outdoor berlama-lama, tapi kalau untuk kaum emak-emak yang 85% di rumah aja udah oke banget kok body lotion ini.

Kemasannya pun besar 200ml, harganya pun beli aja ketika sedang promoan supaya lebih hemat juga keuangan kita, dan kemasannga pun sangat simple.

Cobain sheetmask Miniso LAGI harga 29.900 dapat 3pcs


Beberapa bulan ini, saya selalu repeat order sheetmask yang ada di Miniso karna saya sudah merasa cocok di kulit wajah dan dompet juga pastinya, ekonomis banget buat emak-emak.

Apalagi punya waktu skincare yang cepet-cepet karna udah ada balita yang ngerecokin yaa kan, jadinya pakai skincare merupakan self reward simple untuk saat ini, menurut saya loh ini.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/07/cobain-sheetmask-miniso-29900-dapat.html

Saya biasanya beli sheetmask di Miniso yang varian bunga-bunga, tapi admin Miniso yang sering saya kontak bilang kalau ada sheetmask varian terbaru aroma buah-buahan dan harganya sama seperti yang biasanya saya beli.

Padahal saya sudah cocok sama yang biasanya saya pakai, beruntusan dan jerawat lumayan kimpes keesokan harinya (saya pakai sheetmask di malam hari bersamaan dengan skincare malam) tapi yaudah apa salahnya dicoba dan berdoa semoga cocok.

Saya coba semua varian terbaru dan warna kemasannya lucu-lucu gemas, saya pun nggak sabar buat mencobanya.

Pakai sheetmask ini cukup seminggu 1-2 kali saja dan hanya 15-20 menit penggunaanya, kalau dipakai pagi atau malam itu bebas terserah kamu tapi kalau saya lebih suka pakai sheetmask malam hari, karna kulit kita di malam hari waktunya istirahat sehingga akan lebih optimals kinerjanya.

Ketika saya buka kemasannya pertama kali, ada aroma buah sesuai dengan sheetmasknya, misal saya buka yang varian anggur dan memang aroma anggurnya terasa tapi soft dan nggak lama aromanya udah hilang.

Potongan sheetmask varian buah ini lebih lumayan karna dia lebih lebar sampai ke dagu bawah, tapi kalau ukuran wajah yang agak lebar perlu pelan-pelan pakainya karna diwajah saya yang kecil ini sudah agak cukupan potongan sheetmasknya.

Air sheetmasknya pun saya rasa cukupan saja ada di sheetmasknya, nggak apa-apa juga sih jadi kesannya hanya cukup menghidrasi kulit wajah.

15 menit kemudian.

Setelah saya lepas topeng sheetmasknya, rasanya segar dan cerah banget dikulit wajah dan ternyata nggak seberapa lengket di kulit kok air sheetmasknya.

Keesokan harinya pun, ternyata hasilnya sama seperti saya pakai sheemask Miniso yaitu beruntusan saya agak kimpes.

Tipe kulit saya mudah beruntusan karna saya nggak bisa sering-sering makan ayam, kerupuk, indomie, karna nantinya akan muncul yang namanya beruntusan dan kendala makanan ini pun bisa juga dialami beberapa kulit kamu dan coba temukan juga makanan apa yang membuat kulit kamu bermasalah walaupun itu kecil.

Dan kerennya lagi, sheetmask ini ludes terjual di bulan Oktober awal bulan karna ada promo untuk member Miniso, kamu bisa beli melalui aplikasi Miniso yang ada di playstore.


Saya repeat order lagi dong, karna saya memang butuh sekali menghidrasi kulit wajah saya pakai sheetmask, kalau kulit sudah terhidrasi maka skin barrier kita lebih mudah untuk menerima makeup agar menyatu dengan kulit, kulit pun tampak soft ketika pakai makeup.

Sheetmask yang saya beli hanya varian ini yang tersisa, sedih banget tapi lebih baik beli dibanding kehabisan karna menurut saya varian apapun sama saja (mungkin saya kurang peka bisa juga).

Buat kamu yang merasa kulit wajahnya bermasalah, coba deh rajin pakai sheetmask karna semua jenis kulit butuh banget sheetmask.

Selain itu, hal yang saya rasain ialah bisa me time karna rutinitas sebagai ibu rumah tangga menguras tenaga dan pikiran jadinya kita wajib memiliki self reward dan me time.

3 bulan setelah sakit dari Covid-19

 

Beberapa minggu vakum banget sama yang namanya menulis di blog karna saya mementingkan kesehatan saya terlebih dulu.

Di bulan Juli, saya sekeluarga mendapatkan musibah yaitu terkena Covid-19, pikiran saya sih bukan karna virus ini tapi karna memang lagi banyak-banyaknya virus dan memang punya penyakit bawaan yang nggak serius.

Baca : https://www.alvisuryani.com/2021/07/suka-duka-di-bulan-juni-2021.html

Dan dibulan Oktober awal inilah saya menghitung sudah genap 3 bulan dari saya sakit yang sangat membuat saya masih trauma sampai saat ini.

Sebelumnya, ada emak saya yang memang sudah ada sakit batuk-batuk kecil dan nggak diperiksakan tapi ternyata banyak sekali flek di paru-parunya.

Penyebabnya pun saya sempat menduga-duga, apakah karna emak saya pernah pakai obat nyamuk bakar dan ditaruh dikamar dengan posisi pintu kamar ditutup yang bisa membuat tambah parahnya flek di paru-paru, entahlah.

Tapi saya sudah ikhlaskan kepergian emak, kemarin-kemarin saya masih merasa kayak emak saya yaa pergi ke Surabaya.

Sekarang saya harus fokus sama diri sendiri yang harus benar-benar jaga kondisi, terutama pikiran dan pola tidur.

Iya, saya masih harus menjaga pola tidur saya agar tidak terlalu capek, jadi saya harus cukup tidur malam minimal 7 jam.

Itulah sebabnya saya masih mengatur waktu untuk menulis diblog, padahal yaa bahan untuk menulis udah ada karna blog saya ini sifatnya sharing tentang pengalaman saya, baik itu kecantikan atau kehidupan.

Normalnya tidur malam untuk usia dewasa memang 7-8 jam dan memang ini pengaruh juga untuk mood kita.

Bulan lalu, jam tidur saya kurang dari 7 jam alhasil mood saya jelek banget besok paginya dan memang ditubuh rasanya nggak fresh.

Sempat ada vaksin minggu lalu tapi saya nggak ikut, alasannya memang saya masih trauma dengan sakit di bulan Juli kemarin dan katanya kalau vaksin harus kondisi tubuh sehat.

Saya ibu rumah tangga yang kadang capek kadang fit, jadi saya maju mundur mau ikut vaksin.

Dan ternyata dugaan itu benar, ketika ada kesempatan vaksin eh kondisi saya kecapekan dan gagal untuk vaksin dosis pertama.

Kecewa kah saya ?

Tentu enggak, karna saya yakin ini sudah jalan Nya dan saya mencoba ikuti aja, toh saya pun juga masih takut untuk di vaksin.

Semoga ada vaksin dosis pertama lagi dekat rumah saya, aamiin.

Setelah kepergian emak, saya benar-benar belajar untuk mandiri tapi masih belum sepenuhnya mandiri, misalnya dalam hal masak saya masih butuh pihak ketiga karna pernah nih sebulan setelah saya sembuh dan masak sendiri, eh ternyata saya drop lagi.

Saya lebih memilih menjaga kesehatan saya dan menyuruh pihak ketiga dibanding saya harus sakit, sehat benar-benar sangat mahal.

Urusan mencuci baju, saya manual alias tanpa mesin cuci, mungkin orang-orang yang punya anak bakalan kualahan kalau mencuci manual tapi ini bagi tugas dengan suami juga pastinya, suami cuci baju yang besar-besar sedangkan saya cuci baju anak dan dalaman.

Saya sempat keteteran mengatur rumah, tapi sekarang saya ingin santai dan mencoba mengatur mana yang harus dikerjakan segera dan mana yang masih bisa dipending besok maksimal.

Saya pun merasa proses dari sembuh wabah ini nggak mudah, terutama mental saya, saya lebih mudah parno kalau sedang sakit dan saya sempat banyak pikiran setelah kepergian emak saya.

Sampai-sampai saya konsul ke teman saya seorang dokter karna maaf feses saya ini up and down teksturnya, tapi saya masih mau makan seperti orang normal.

Panjang lebar dia tanya saya, dan yaa itu tadi karna faktor "kepikiran" yang membuat pencernaan saya terganggu, bisa sembelit bisa diare.

Alhasil resepnya cuman satu, menurunkan pikiran, yaa maksudnya nggak banyak pikiran gitu.

Dan iya saya lakukan, kemudian saya cek feses secara mandiri (maaf yaa jorok tapi kenyataannya seperti itu, kita tahu sakit atau nggak nya hanya melalui feses) dan alhamdulillah sudah normal.

Saya juga bertanya ke saudara atau rekan yang sempat terkena wabah ini dan memang proses pemulihannya nggak bisa langsung.

Yaudah mau nggak mau saya harus menerima kondisi saya, saya pun menjaga mental saya agak tidak overthinking negatif.